Dinas Pengairan Provinsi, BBWS Brantas,
menuding perbaikan tanggul Brangkal merupakan tanggungjawab Perum Jasa
Tirta 1. Sikap intansi ini terkesan saling lempar tanggungjawab dan cuci
tangan atas jebolnya tanggul sungai Brangkal,Kota Mojokerto, yang
terjadi Senin (31/12/2012) beberapa hari lalu. Ketiga instansi terkesan
tidak ada mau bertanggung jawab. Lantas siapa yang patut bertanggung
jawab?. Jika melihat secara kewenangan tanggul yang jobol dibibir
sungai brangkal, merupakan anak sungai Brantas, pihak yang paling
berwewenang disebut_sebut wewenang BBWS-Brantas.
Pecahnya tanggul diharapkan dapat segera diperbaiki karena kuatir
warga kuatir air sungai brangkal menguap. Apalagi putusnya tanggul
panjang mencapai 10 meter, menurut sejumlah warga lebih disebabkan
kondisi fisik bangunan plengsengan sudah keropos. “Kondisi plengsengan
tanggul rapuh, karena bagian bawah bangunan banyak yang sudah
bolong-bolong”, urai warga.
Warga berharap segera merealisasikan perbaikan tanggul yang sudah
rusak. Permintaan itu diungkapkan karena selama ini pemeliharaan tanggul
tidak ada. Warga menuding ada kemungkinan biaya pemeliharaan untu
tanggul brangkal “di korupsi
pihak intansi terkait” karena selama ini tidak pernah mengucurkan
biaya Operasional Pemeliharaan (OP) di lingkungan tanggul Brangkal yang
berdampingan dengan pemukiman
Menurut Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto,
yang dikonfirmasi melalui pesan singkat,Bambianto menyebutkan terkait
rusaknya tanggul Brangkal telah dikordinasikan dengan pihak Jasa Tirta.
Tetapi sampai sejauh ini belum ada perhatian. Kadis DPU Kota Mojokerto
itu mengungkapkan keberadaanya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang
baru berusaha agar segera diselesaikan demikian disampaikan melalui
hubungan telpon, Rabu (02/01/2013).
Secara terpisah pihak Dinas Pekerjaan Umum, pengairan Provinsi Jawa
Timur dikonfirmasi, mengatakan terkait tanggul brangkal yang jebol
merupakan wewenang BBWS Brantas. Tetapi untuk pelaksanaan tetap harus berkoordinasi dengan Pengairan Provinsi. Jadi tolong dikonfirmasikan ke BBWS Brantas, tegas Yeye, bagian humas dinas pengairan Provinsi memberikan penjelasan.
Pihak BBWS Brantas di hubungi SUARA PEKERJa.COM,
Rudi selaku bagian Operasional Pemeliharaan mengatakan “kalau info
pembangunan silakan konfirmasi kepada PPK Sungai Pantai dan Danau. Kalau
OP,hanya menyiapkan bahan untuk tindakan darut, sekarang OP sedang
evaluasi 4 lokasi lapangan. Rudi menambahkan soal pelaksanaan tanggung
jawab ibarat bus, bbws sebagai bengkel sedang supirnya Perum Jasa Tirta 1, kalau perbaikan dan rehab tanggungjawab BBWS Brantas.
Selama ini kordinasi dengan Perum Jasa Tirta sudah harmonis, untuk pemeliharaan bbws
bisa, tetapi untuk pemeliharaan kecil cukup Perum Jasa Tirta, kalau ada
permintaan bantuan baru OP bisa karena prinsipnya untuk menolong
masyarakat dan pdilaksanakan setelah musim banjir habis.Sementara itu
pihak Perum Jasa Tirta belum berhasil dikonfirmasi. (Martin)
Home »
Dalam Negeri
,
Hot News
» Tanggul Brangkal Mojokerto Jebol, Sejumlah Instansi Terkait Lempar Tanggung Jawab
Tanggul Brangkal Mojokerto Jebol, Sejumlah Instansi Terkait Lempar Tanggung Jawab
Written By Redaksi on Jumat, 04 Januari 2013 | 05.48.00
Label:
Dalam Negeri,
Hot News






