Pada 17-18 Desember 2012, kegiatan yang
sama kembali dilaksanakan, dengan program ahir tahun kemasan pada
diklat jurnalistik, dengan mengambil sinerjitas antara humas dengan
wartawan di Trawas Mojokerto. Terkait dengan acara tersebut, humas
dituntut bisa bersinerjitas dengan wartawan dalam memberikan informasi
sesuai bidang humas intansi BUMN..
Kemitraan diharapan agar informasi yang
akurat , update sebagai komsumsi publik. Arief Lukman Hakim, pembicara
dari kehumasan Provinsi Jatim, juga menerangkan Dilingungan Provinsi
Provinsi khususnya SKPD masih sering terjadi miskomunikasi, keadaan itu
lebih disebabkan ketakutan humas yang membidangi.
Humas sering mengalami kendala dan
sering terjadi di Instansi pemerintah dan swasta dan belum sepenuhnya
memberikan pelanyanan kebanyakan diakibatkan ketidak pahaman dan belum
terjalin komunikasi sebagai mitra dalam tugas dan pekerjaan.
Ketua Umum PWI Jatim, yang menjadi salah
satu pembicara memaparkan sebagai Insan Pers, “wartawan harus melakukan
tugas sesuai dengan Kode Etik Wartawan Indonesi (Kewi). Wartawan dalam
menjalankan tugas jurnalistiknya harus jujur ketika mengumpulkan,
menyajikan berita. Insan pers diharapkan mampu menghormati dan
menjunjung tinggi kode etik, dan tidak menulis dengan muatan tertentu.
Munir menghimbau, motivasi yang lahir
saat bertugas jujur dan tetap pada rel yang seimbang tidak menyebarkan
berita bohong, plagiat.(Martin)






